FAKTA SUMUT

Fakta Kuat dari Tanah Batak

Tewas Tertembak di Medan Belawan: Polda Sumut Periksa Anggotanya terkait Kematian Remaja

Sebuah insiden tragis yang berujung pada kematian seorang remaja berusia 17 tahun, RF, akibat luka tewas tertembak dalam sebuah bentrokan di Medan Belawan, masih dalam penyelidikan intensif Polda Sumatera Utara. Terkini, pihak kepolisian telah menahan satu orang tersangka yang diduga sebagai pelaku penembakan, sekaligus melakukan pemeriksaan internal terhadap sejumlah anggota yang berada di lokasi kejadian. Kasus ini menjadi perhatian serius terkait standar operasional prosedur dalam penanganan kerusuhan.

Peristiwa naas ini terjadi pada Jumat dini hari, 19 Januari 2024, di kawasan Medan Belawan, ketika terjadi keributan antar kelompok warga yang berujung pada aksi penembakan. RF, yang saat itu berada di lokasi, menjadi korban jiwa. Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Hadi Wahyudi (47), dalam keterangannya pada Sabtu, 20 Januari 2024, mengonfirmasi insiden tersebut. “Kami sedang mendalami kronologi pasti dan mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab,” ujar Kombes Hadi.

Setelah serangkaian penyelidikan dan pengumpulan bukti, pada Jumat, 26 Januari 2024, tim gabungan dari Satreskrim Polrestabes Medan dan Ditreskrimum Polda Sumut berhasil mengamankan seorang pria berinisial JN (28) yang diduga sebagai pelaku penembakan. JN kini telah ditahan dan dijerat dengan pasal pidana terkait pembunuhan. “Kami menemukan bukti kuat yang mengarah pada JN sebagai pihak yang menembak korban RF hingga tewas tertembak,” kata Kasatreskrim Polrestabes Medan, Kompol Andika Permana (40), dalam konferensi pers yang digelar di Mapolrestabes Medan.

Selain proses hukum terhadap JN, Polda Sumut juga mengambil langkah proaktif dengan memeriksa sejumlah anggotanya yang bertugas di lapangan saat insiden terjadi. Pemeriksaan ini dilakukan oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumut untuk memastikan apakah ada pelanggaran prosedur atau disiplin yang dilakukan oleh aparat. “Kami sedang memeriksa sejumlah saksi, baik dari masyarakat maupun personel kepolisian yang ada di tempat kejadian,” tambah Kombes Hadi, meskipun tidak merinci jumlah pasti personel yang diperiksa. Transparansi dalam penanganan kasus ini menjadi prioritas utama.

Kasus kematian RF yang tewas tertembak ini memicu reaksi dan tuntutan keadilan dari keluarga korban serta masyarakat. Pihak kepolisian berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini secara profesional dan transparan, demi mengungkap fakta sebenarnya dan memastikan pelaku mendapatkan hukuman setimpal. Perkembangan lebih lanjut dari kasus ini akan terus diinformasikan kepada publik.

Tewas Tertembak di Medan Belawan: Polda Sumut Periksa Anggotanya terkait Kematian Remaja
Kembali ke Atas