FAKTA SUMUT

Fakta Kuat dari Tanah Batak

Taman Alam Lumbini Berastagi: Replika Pagoda Shwedagon Myanmar yang Megah

Udara sejuk dataran tinggi Berastagi di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, menyembunyikan sebuah keajaiban arsitektur sekaligus pusat peribadatan yang megah: Taman Alam Lumbini Berastagi. Kompleks ini dikenal luas karena memiliki replika sempurna dari Pagoda Shwedagon yang asli di Yangon, Myanmar, bahkan diklaim sebagai replika Pagoda Shwedagon tertinggi di Indonesia. Taman Alam Lumbini Berastagi bukan sekadar landmark fisik, melainkan juga simbol toleransi beragama dan melting pot budaya di Sumatera Utara. Didirikan di atas lahan seluas kurang lebih 3 hektare, tempat ini memadukan fungsi sebagai tempat wisata religi dengan keindahan alam perbukitan Berastagi yang asri. Kehadiran Taman Alam Lumbini Berastagi menjadi daya tarik unik bagi wisatawan, baik yang mencari kedamaian spiritual maupun keindahan arsitektur.

Pembangunan replika Pagoda Shwedagon ini dimulai pada tahun 2007 dan diselesaikan dalam waktu kurang lebih dua tahun. Bangunan pagoda utama menjulang tinggi hingga 46,8 meter, dengan diameter kubah mencapai 68 meter. Kemegahan pagoda ini diperkuat oleh lapisan warna emas yang menyelimuti seluruh permukaannya, memancarkan cahaya yang memukau di bawah sinar matahari. Arsitekturnya yang mendetail mencakup elemen-elemen khas Buddha seperti patung-patung dewa, relief kisah Sang Buddha, dan lonceng besar di area pelataran. Di dalam pagoda, terdapat vihara (tempat ibadah) yang digunakan oleh umat Buddha untuk bermeditasi dan melakukan ritual keagamaan.

Kompleks Taman Alam Lumbini tidak hanya terdiri dari pagoda utama. Terdapat juga aula serbaguna, taman-taman yang tertata indah dengan berbagai jenis bunga dan pohon, serta jembatan gantung unik yang melintasi kolam. Keindahan landscaping ini dirancang untuk menciptakan suasana damai dan tenang, sesuai dengan nama “Lumbini,” yang merujuk pada tempat kelahiran Pangeran Siddharta Gautama (Buddha) di Nepal. Keasrian dan penataan lingkungan di Taman Alam Lumbini Berastagi secara rutin dipelihara oleh tim konservasi dan hortikultura internal, yang tercatat dalam jadwal harian mereka, bahwa pemangkasan rumput dan perawatan tanaman hias dilakukan setiap pukul 06.00 hingga 09.00 WIB.

Sebagai tempat wisata religi, kunjungan ke Pagoda Shwedagon di Taman Alam Lumbini Berastagi memiliki aturan tertentu. Pengunjung diwajibkan melepas alas kaki dan mengenakan pakaian yang sopan untuk menghormati kesakralan tempat ibadah. Selama perayaan hari-hari besar Buddha seperti Hari Raya Waisak, kawasan ini menjadi pusat perayaan yang dihadiri oleh ribuan umat dari berbagai daerah di Sumatera Utara. Untuk memastikan kelancaran dan ketertiban acara, pihak yayasan secara spesifik bekerja sama dengan Polsek Berastagi yang biasanya mengerahkan satu pleton personel pengamanan selama acara berlangsung, menjaga agar seluruh prosesi ibadah dan kunjungan wisatawan dapat berjalan harmonis dan damai.

Taman Alam Lumbini Berastagi: Replika Pagoda Shwedagon Myanmar yang Megah
Kembali ke Atas