Pengakuan internasional atas keunikan geologi, budaya, dan alam Danau Toba akhirnya terwujud setelah Geopark Kaldera Toba secara resmi ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark (UGG). Keputusan ini, yang diumumkan pada Sidang Dewan Eksekutif UNESCO, merupakan tonggak sejarah bagi pariwisata Sumatera Utara. Penetapan ini mengukuhkan kawasan Danau Toba sebagai salah satu situs warisan geologi dunia yang wajib dilindungi dan dikelola secara berkelanjutan. Geopark Kaldera Toba tidak hanya menawarkan keindahan danau vulkanik terbesar di dunia, tetapi juga kisah ilmu pengetahuan yang luar biasa tentang letusan supervolcano puluhan ribu tahun lalu. Penetapan ini segera membuka peluang besar terhadap peningkatan dampak ekonomi lokal secara signifikan.
Pengakuan sebagai UGG secara langsung meningkatkan daya tarik pariwisata internasional. Predikat ini berfungsi sebagai branding global yang menjamin standar konservasi dan edukasi. Akibatnya, terjadi lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik. Data dari Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Utara mencatat bahwa dalam kurun waktu enam bulan setelah penetapan UGG (terhitung sejak 1 Oktober 2023 hingga 31 Maret 2024), terjadi peningkatan kunjungan sebesar 35%, mencapai total 650.000 wisatawan. Peningkatan ini berdampak positif langsung pada sektor UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di sekitar kawasan.
Peningkatan aktivitas pariwisata ini mendorong berkembangnya unit usaha baru dan penyerapan tenaga kerja lokal. Sebagai contoh, di Desa Tuk Tuk Siadong, Samosir, tercatat penambahan 25 unit penginapan dan homestay baru yang dikelola oleh masyarakat setempat. Selain itu, Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM memberikan pelatihan khusus bagi 500 pelaku usaha mikro di sektor kerajinan dan kuliner untuk meningkatkan kualitas produk suvenir dan hidangan khas Batak, seperti ulos dan naniura. Pelatihan ini diselenggarakan pada hari Selasa, 2 April 2024, di Balai Latihan Kerja (BLK) di Parapat.
Selain sektor pariwisata, Geopark Kaldera Toba juga membuka peluang dalam bidang Geopark Edukasi. Area seperti Museum Huta Bolon Simanindo dan situs-situs geologi kini berfungsi sebagai pusat penelitian. Pada tanggal 15 Mei 2024, tim gabungan dari akademisi, Polisi Pariwisata, dan petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) meresmikan papan informasi geologi baru di 10 titik penting, termasuk di Sigarantung dan Sibea-bea. Untuk menjaga keamanan dan ketertiban di seluruh kawasan, Kepolisian Resor (Polres) Samosir dan Polres Toba telah menempatkan tim patroli khusus pariwisata yang bertugas 24 jam. Dengan demikian, pengakuan UNESCO ini telah bertransformasi menjadi katalisator pembangunan berkelanjutan yang menempatkan ekonomi lokal Toba sebagai prioritas utama, sekaligus melestarikan warisan geologi dunia.
