Pihak Kepolisian di Tapanuli Selatan mencatat peningkatan kasus pencurian ternak yang meresahkan masyarakat, khususnya para petani dan peternak. Kasus ini tidak hanya menimbulkan kerugian materi yang signifikan, tetapi juga membuat warga merasa tidak aman. Peningkatan kasus pencurian ternak ini mendorong pihak berwajib untuk mengambil langkah-langkah preventif dan represif guna menekan angka kejahatan.
Modus Operandi dan Dampak yang Ditimbulkan
Dalam beberapa bulan terakhir, kasus pencurian ternak di Tapanuli Selatan menunjukkan tren kenaikan yang mengkhawatirkan. Para pelaku sering kali beraksi pada malam hari, memanfaatkan kelengahan pemilik. Modus yang digunakan juga bervariasi, mulai dari membawa kabur ternak dengan kendaraan roda empat hingga memotong hewan di lokasi untuk menghindari jejak. Ternak yang menjadi sasaran utama adalah kerbau, sapi, dan kambing.
Menurut seorang peternak yang menjadi korban, Bapak Harun Siregar, pada hari Minggu, 14 September 2025, ia menemukan dua ekor sapinya hilang dari kandang. “Saya sudah merawat sapi-sapi itu sejak kecil. Kejadian ini sangat merugikan saya, karena sapi-sapi itu adalah tabungan saya,” ujarnya. Kerugian yang dialami oleh para peternak tidak hanya sebatas harga jual hewan, tetapi juga hilangnya aset yang telah mereka rawat dengan susah payah.
Peningkatan kasus ini juga berdampak pada pasokan daging di pasar lokal. Harga daging sapi dan kerbau dilaporkan mengalami sedikit kenaikan akibat berkurangnya pasokan dari peternak lokal.
Langkah-Langkah Preventif dan Penegakan Hukum
Menanggapi situasi ini, pihak Kepolisian Resor Tapanuli Selatan telah meningkatkan patroli malam di area-area peternakan yang rawan. Petugas juga mengimbau masyarakat untuk lebih aktif dalam menjaga keamanan lingkungan, seperti dengan memasang lampu penerangan di kandang dan membentuk sistem siskamling (sistem keamanan lingkungan).
Pada hari Rabu, 17 September 2025, dalam sebuah pertemuan dengan perwakilan masyarakat, Kapolres Tapanuli Selatan, AKBP Riza Pratama, mengatakan, “Kami sudah menginstruksikan jajaran untuk meningkatkan kewaspadaan. Namun, peran serta masyarakat juga sangat penting. Kami mengajak seluruh warga untuk melapor jika ada aktivitas mencurigakan.”
Pihak kepolisian juga telah berhasil melakukan penangkapan terhadap beberapa pelaku dan mengamankan barang bukti. Namun, mereka menyadari bahwa sindikat pencurian ini masih beroperasi. Penindakan hukum yang tegas diharapkan dapat memberikan efek jera kepada para pelaku. Masyarakat juga diminta untuk tidak membeli ternak dari sumber yang tidak jelas, karena hal itu dapat secara tidak langsung mendukung aktivitas ilegal ini. Dengan adanya kerja sama antara aparat kepolisian dan masyarakat, diharapkan kasus ini dapat segera diatasi dan ketenangan masyarakat dapat pulih kembali.
