Sebuah insiden pelarian massal menghebohkan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara setelah delapan tahanan berhasil kabur dari sel pengamanan mereka. Peristiwa ini terjadi pada dini hari, memicu pencarian besar-besaran oleh aparat gabungan untuk menangkap kembali para tahanan yang melarikan diri. Insiden pelarian massal ini menyoroti perlunya evaluasi ketat terhadap sistem keamanan fasilitas penahanan.
Insiden pelarian massal tersebut terjadi pada hari Minggu, 15 Juni 2025, sekitar pukul 03.00 WIB. Delapan tahanan, yang semuanya merupakan tersangka kasus narkoba dengan berbagai tingkatan kejahatan, diduga berhasil membobol kunci sel dan memanjat tembok belakang gedung penahanan BNNP Sumut. Mereka kemudian melarikan diri ke arah perkebunan yang berada di belakang kompleks BNNP, memanfaatkan kondisi gelap dan sepi. Kepala BNNP Sumatera Utara, Brigjen Pol. Drs. Armansyah, dalam konferensi pers yang diadakan pada Senin, 16 Juni 2025, menyatakan bahwa pihaknya telah membentuk tim khusus untuk memburu para tahanan yang kabur.
Identitas kedelapan tahanan yang kabur telah dirilis kepada publik. Mereka antara lain adalah Jono (34), kasus kepemilikan sabu 1 kg; Riki (29), kasus pengedar ekstasi; dan enam tersangka lainnya yang juga terlibat dalam jaringan narkoba. Polisi telah menyebar foto-foto mereka ke seluruh jajaran kepolisian di Sumatera Utara, serta berkoordinasi dengan Polda di provinsi tetangga untuk mengantisipasi pergerakan para buronan. Patroli dan razia di berbagai titik strategis, termasuk terminal bus dan pelabuhan, juga diperketat.
Penyelidikan internal juga tengah dilakukan untuk mengetahui bagaimana insiden pelarian massal ini bisa terjadi. Dugaan awal mengarah pada kelalaian petugas jaga atau adanya kelemahan dalam sistem pengamanan sel. “Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP) dan memastikan insiden serupa tidak terulang di masa depan,” tegas Brigjen Pol. Drs. Armansyah. Beberapa petugas yang berjaga saat kejadian sedang diperiksa intensif untuk dimintai keterangan.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera melapor kepada pihak berwajib jika melihat atau mengetahui keberadaan para buronan. Insiden pelarian massal ini adalah pengingat betapa berbahayanya kejahatan narkoba dan pentingnya menjaga fasilitas penahanan agar pelaku tidak kembali meresahkan masyarakat.
