Setiap hidangan memiliki cerita, dan kuliner Sumatera Utara adalah salah satu yang paling kaya akan narasi. Dari pedasnya andaliman hingga rempahnya yang kuat, setiap sajian bukan hanya memanjakan lidah, tetapi juga menceritakan kisah nikmatnya kuliner yang unik. Kuliner di sini adalah cerminan dari keragaman etnis dan budaya yang hidup berdampingan, menjadikannya sebuah warisan rasa yang autentik dan tak terlupakan.
Pada hari Sabtu, 20 September 2025, dalam sebuah acara festival kuliner yang diselenggarakan di Medan, seorang ahli kuliner, Bapak Indra, menjelaskan bahwa kisah nikmatnya kuliner Sumatera Utara sangat dipengaruhi oleh bahan-bahan alami yang melimpah. “Rasa pedas, asam, dan rempah yang kuat adalah ciri khas masakan Batak, yang berasal dari andaliman, sebuah rempah endemik yang hanya tumbuh di sini,” ujarnya. Laporan dari Asosiasi Pengusaha Kuliner Sumatera Utara per Agustus 2025 menunjukkan bahwa salah satu hidangan yang paling dicari adalah Mie Gomak. Hidangan ini dikenal dengan bumbu kacang dan andaliman, yang memberikan sensasi kebas di lidah.
Selain Mie Gomak, kisah nikmatnya kuliner Sumatera Utara juga terukir dalam Babi Panggang Karo atau yang sering dikenal sebagai BPK. Hidangan ini terkenal dengan bumbu-bumbu yang kaya dan cara memasak yang khas, menghasilkan daging yang empuk dan cita rasa yang dalam. Makanan lain yang tak kalah populer adalah Arsik Ikan Mas. Hidangan ini adalah ikon budaya Batak, di mana ikan mas dimasak dengan bumbu arsik yang kaya, termasuk andaliman, yang memberikan rasa pedas yang unik dan segar. Sebuah laporan dari media kuliner pada tanggal 10 November 2025 mencatat bahwa kisah nikmatnya kuliner Arisk Ikan Mas terletak pada perpaduan rempah yang sempurna, yang membuat hidangan ini menjadi favorit banyak orang.
Bagi pecinta durian, Medan adalah surga. Durian Medan, dengan dagingnya yang tebal dan aroma yang kuat, telah menjadi ikon kuliner yang tak terbantahkan. Pada hari Kamis, 25 November 2025, dalam sebuah wawancara dengan media, seorang pemilik gerai durian terkenal, Ibu Sri, mengungkapkan bahwa “Durian bukan hanya buah, tetapi juga simbol persahabatan dan kebersamaan di Sumatera Utara. Kami sering berkumpul dan menikmati durian bersama-sama.”
Secara keseluruhan, kuliner Sumatera Utara lebih dari sekadar makanan; ini adalah sebuah cerita tentang kekayaan alam, keragaman budaya, dan tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi. Setiap hidangan menceritakan kisah nikmatnya kuliner yang akan membuat siapa pun yang mencobanya ingin kembali lagi untuk mengeksplorasi lebih banyak kelezatan yang ditawarkan oleh daerah ini.
