Kondisi infrastruktur jalan yang rusak parah seringkali memicu kekecewaan dan kemarahan masyarakat. Di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, frustrasi atas lambatnya respons pemerintah memuncak dalam sebuah aksi unjuk rasa berani. Puluhan warga setempat nekat Tuntut Perbaikan jalan dengan menerobos penjagaan aparat dan masuk ke kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Peristiwa ini menyoroti betapa gentingnya kebutuhan akan perbaikan jalan dan desakan warga untuk Tuntut Perbaikan.
Aksi unjuk rasa ini terjadi pada hari Senin, 15 Januari 2024, di kantor DPRD Kabupaten Asahan. Sejak pagi hari, puluhan warga dari Kecamatan Air Joman telah berkumpul, menyuarakan keluhan mereka terkait kondisi Jalan Rusak dan berdebu di daerah mereka. Jalan-jalan yang menjadi akses vital bagi aktivitas sehari-hari warga ini telah lama berada dalam kondisi memprihatinkan, menimbulkan berbagai masalah mulai dari kerusakan kendaraan hingga gangguan kesehatan akibat debu.
Kekecewaan warga memuncak setelah beberapa jam berorasi di luar gedung, tuntutan mereka untuk bertemu dengan perwakilan rakyat tak kunjung dipenuhi. Merasa aspirasi mereka diabaikan, massa kemudian memutuskan untuk melakukan tindakan yang lebih tegas. Dengan menerobos kawalan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan aparat kepolisian yang berjaga, puluhan warga berhasil masuk ke dalam area kantor DPRD. Meskipun tidak ada tindakan anarkis yang berarti, aksi ini menunjukkan betapa seriusnya warga dalam Tuntut Perbaikan infrastruktur.
Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Asahan Kompol Supriadi, dalam keterangannya kepada media pada hari yang sama, membenarkan kejadian tersebut. “Benar, ada beberapa warga yang sempat menerobos masuk ke dalam. Namun, situasi dapat segera dikendalikan oleh personel gabungan,” ujar Kompol Supriadi. Pihak kepolisian kemudian memfasilitasi pertemuan antara perwakilan warga dengan anggota DPRD yang bersedia menemui mereka. Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan keluhan mereka secara langsung dan mendesak agar perbaikan jalan segera direalisasikan.
Aksi berani warga Asahan ini adalah cerminan dari hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan menuntut pelayanan publik yang layak. Ini juga menjadi pengingat bagi para wakil rakyat dan pemerintah daerah bahwa persoalan infrastruktur dasar seperti Jalan Rusak tidak boleh diabaikan. Respons cepat dan solusi konkret sangat dibutuhkan untuk memulihkan kepercayaan publik dan memastikan hak-hak warga terpenuhi.
